Siburian, Harahap, Arianto

Kalian pasti sudah mengenal aku. Kartini Ismayanti anak pertama dari dua bersaudara yang sebentar lagi genap berusia 24 tahun! Wow, gak kerasa sudah 24 tahun aja. Kayaknya baru kemaren berojol. Inget gitu, pas berojol? Ya, enggak sih~ Kenapa dinamakan Kartini? Karena, lahirnya samaan dengan Srintil—panggilan kecil Raden Ajeng Kartini. 21 April 1994. Alhamdulillah, di umur … Continue reading Siburian, Harahap, Arianto

Gadis muda belum tua

Gadis muda belum tua merenungi masa depan di negeri rantauannya. Memakai baju rangkap 4 dengan kupluk bulu-bulu di kepalanya. Uap keluar dari tiap deru napasnya. Kulit tangannya yang tipis tampak membiru, sama seperti bibirnya. Lipcream berwarna merah muda kalah dengan cuaca ekstrim di bawah nol derajat. read more Jarinya memegang besi jembatan dengan tatapan kosong … Continue reading Gadis muda belum tua

Opo (BAB I)

Previous Story: Prolog BAB I Sebuah Paguyuban Banyak yang tidak diketahui oleh manusia tentang kami. Yang manusia tahu tentang kami hanyalah kucing pemalas yang takut air. Itu sama sekali tidak benar. Sesungguhnya kami adalah makhluk rajin, bahkan kami memiliki organisasi di setiap tempat tersebar di seluruh Indonesia. Aku akan memperkenalkan sedikit banyak tentang organisasi yang … Continue reading Opo (BAB I)

Opo

PROLOG Sejak umurku 2 bulan, aku dibesarkan oleh sebuah keluarga, dan aku rasa mereka sangat menerima keberadaanku. Kebetulan aku ini adalah kucing yang sangat tampan untuk kaumku, dengan warna bulu kuning keemasan, wajah lebar, mata biru bundar, kaki gempal, dan buntut yang tebal. Namun seiring bertambahnya usiaku, warna mataku berubah menjadi kuning, menambah daya tarikku. … Continue reading Opo

Super Horor (Part IV)

Previous Part... Super Horor (Part III) Karena panik, mereka tidak bisa berpikir panjang dan masuk ke dalam kamar itu. Hantu gadis itu kembali berhenti di depan kamar itu lalu menghilang. “Karu, kemana perginya hantu itu?” “Kyuhyun, kita berada di kamar utama.” “Apa?” “Dan hantu itu menghilang. Aneh sekali.” “Apa kita akan selalu aman bila berada … Continue reading Super Horor (Part IV)

Super Horor (Part III)

Previous Part.. Super Horor (Part II) Mereka keluar dari kamar itu tanpa menutup pintu kamar kembali. Dan mereka menemukan sosok Kyuhyun di depan laptopnya. Namun, tidak seperti sedang bermain starcraft. Wajahnya terlalu serius dan sangat aneh. “Itu dia Kyuhyunnya.” Kata Eunhyuk. “Hya, Kyuhyun. Kau itu sudah besar masih saja main starcraft.” Ledek Eunhyuk. Tapi Kyuhyun … Continue reading Super Horor (Part III)

Super Horor (Part II)

This is a continuation of the previous part.. Super Horor (Part I) Tiba-tiba, tuts piano berbunyi sendiri satu kali. Karu begitu kaget dan langsung memeluk Wookie. Wookie melihat seorang anak perempuan berwajah pucat berdiri memandangi mereka dengan jari telunjuk berada di salah satu tuts piano. Ketika Wookie berkedip, anak perempuan itu hilang dalam sekejap. “Ada … Continue reading Super Horor (Part II)