Siburian, Harahap, Arianto

Kalian pasti sudah mengenal aku. Kartini Ismayanti anak pertama dari dua bersaudara yang sebentar lagi genap berusia 24 tahun! Wow, gak kerasa sudah 24 tahun aja. Kayaknya baru kemaren berojol. Inget gitu, pas berojol? Ya, enggak sih~

Kenapa dinamakan Kartini? Karena, lahirnya samaan dengan Srintil—panggilan kecil Raden Ajeng Kartini. 21 April 1994. Alhamdulillah, di umur segini aku udah ngerasain semuanya. Senang, sedih, bahagia terpaksa sampai akhirnya bahagia beneran, jatuh, merasa di atas, kecewa, marah, kesel, kesel banget, kesel aja, kesel banget, kesel aja, gitu aja terus sampai bertemu dengan kata ikhlas… Lalu, damai~ eaa.

Oke sebenarnya bukan itu yang mau aku bahas. Tapi berhubung aku ini anaknya kebanyakan intro, jadi ya intro aja dulu baru isi. Biar lemes, enggak kaku kayak kawat gigi akuw~ kapan sih, aku bisa lepas behel? Akhir-akhir ini aku kalo ngomong pasti kelibet dan nyembur :’)

Aku ini hobi banget lho, nanya ke orang-orang tentang, “first impression lo tentang gua gimana?” 10 dari 10 menjawab, “pendiam. Sangat pendiam. Sangat sangat sangat pendiam.” Lalu, setelah kenal bagaimana? “ya, ternyata engga pendiam. Walau kalo ngomong ya seperlunya aja. Tapi kadang suka bercanda juga anaknya.” Itu jawaban dari orang-orang yang kenal aku. Tapi, dari orang-orang yang kenal aku banget, jelas jawabannya berbeda. “Kartini itu ngeselin, usil, jahil.” Tapi tenang, aku melakukan itu hanya untuk teman dekat saja. Kalo ke orang yang disayang, aku pasti ga akan ngeselin, ga akan usil, ga akan jahil. Namun aku pasti akan sangat menghormati, menyayangi, menuruti, menelepon, membuatkan bekal, memasak untuknya, membuatnya merasa nyaman, lalu membuatnya tidak lagi menjadi milikku. Hmm, apa pula.

Jadi supaya engga bertele-tele, malam ini karena aku sangatlah bosan (aku ini anaknya gampang bosan, tapi kalo urusan pasangan sih setia banget, uuhhh) aku mencoba untuk menulis tentang beberapa orang yang cukup berarti di sepanjang usia yang telah berlalu. Mereka aku sebut sebagai sahabat. Siapa saja mereka?

Theresia Novitasari Siburian

IMG20170511153154.jpg

Lahir di luar negeri. Timor Leste, 24 November 1993. Fisik: gendut, rambut tipis, dulu pernah punya masa lalu tapi sekarang masa lalunya udah tiada. Tahukah kalian apa masa lalunya? Andeng-andeng alias tahi lalat yang cukup besar yang letaknya di bawah mata. Kenapa sudah tiada? Karena si andeng-andeng sudah dipisahkan dengan kulit wajahnya yang tidak halus itu dan ditaro di dompet sebagai jimat, namun sayang dompetnya dijambret. Wkwk. Tiadalah si jimat andeng-andeng itu sekarang. Mungkin dijadikan jimat oleh si jambret kalo mau ngejambret.

Gadis berusia 25 tahun ini jomblo, terakhir pacaran itu pas SMP akrab disapa Tere. Anaknya Bapak Makmur Siburian, anak pertama dari tiga bersaudara. Pertama kali ketemu di tempat kursus bahasa inggris di wilayah kampus, ternyata do’i anak ekonomi juga dan jurusan akuntansi juga. Awalnya aku takut mau berteman sama Tere, soalnya gak bersahabat banget komuk do’i pas pertama ketemu. Eh ternyata anaknya chibi chibi. Tere juga pernah marah sama aku, beliau ngambek gak mau bicara denganku. Ternyata alasannya karena cemburu. Hahaha! Tere pikir, aku melupakannya dan tidak mau berteman lagi dengannya. Hmm, gak gitu juga kali bro..

Aku salut dengan cewek Batak metal ini, di usianya yang terbilang masih muda, ia menyekolahkan dua orang adiknya, memberi mereka uang saku, dan memenuhi kebutuhan mereka sehingga Tere dipanggil menteri keuangan. Tere senang sekali menggunjingi aku dengan Mamaknya di rumah, dan juga dengan kedua adiknya itu. Senang sekali Tere itu membicarakan hal-hal buruk tentangku kepada keluarganya. Teman macam mana pula itu.

Puspa Dwi Marlita Harahap

IMG20170219120901.jpg

Cantik, jomblo dari lahir.

Rasanya cuma mau nulis itu aja.

Amelia Arianto

img20171118130059.jpg

Anaknya semangat di awal, lalu bosan. Suka traveling, dan ngajakin aku traveling tapi aku sering banget nolak. Karena apa? Karena jadwal kami yang selalu bentrok, karena Amel ngajakin travelnya mahal coy, Raja Ampat coba. Sedih gak sih? Tapi biar begitu, Amel tidak pernah bosan buat ngajak aku jalan-jalan. Maaf ya, Mel bukannnya gak ma uterus. Sebenarnya mau, tapi waktunya itu lho. Aku ini tipikal orang yang dadakan kayak tahu bulat, tapi kamu kan merencanakan jalan-jalan untuk beberapa bulan kemudian.

Uangnya gak habis-habis buat keliling Asia, keliling Indonesia. Bingung sih aku juga.

Dulu, Amel itu sangat kekanakan. Apapun harus diturutin, kalo engga diturutin Amel ngambek. Tapi, Amelia yang sekarang bukanlah Amelia yang dulu. Sekarang Amel jauh lebih bijak, lebih pengertian, dan lebih sabar. Duh, Mew~

Amel itu orangnya suka banget cerita, apalagi cerita tentang cowok dan yang aku bingung, cowok impian Amel itu macam Beckham, tapi laki-laki yang ada di hidupnya itu macam laki-laki kramat semua. Heran akutuuu, udah gitu disia-siain terus pula. Padahal kurang apa sih Amew itu? Cantik, ya gak smart-smart amat sih, penampilan oke, wawasan? So so lah, ya banyak kekurangan juga sih wkwkwk! Intinya worth it to be loved namun sayang, dia tetap saja kesepian.

Tau gak sih, saking kesepiannya Amel nekat video call Tere. Ternyata Tere lagi di ojek. Wkwkwk!! Bayangin gimana terkejudnya Tere. Dia lagi mainin hp sambil nangkring di jok kang ojek, tiba-tiba muncul kamera memaparkan wajahnya yang full di layar itu. Kaget kan? Udah pasti.

Balik lagi ke Puspa, karena kasihan cuma segitu aja. Puspa itu suka banget buat puisi, aku juga suka buat puisi. Tapi kalau aku buat puisi, jadinya ngelawak. Puspa pernah suka sama laki-laki, tapi laki-laki itu aneh pokoknya Puspa sukanya sama yang aneh deh. Soalnya Puspanya juga aneh. Kalau lihat sekilas sih normal, tapi kalo kenal ya ampun beneran deh, aneh banget. Diem-diem mukul L

Puspa baik, dan penyuka kucing. Kucingnya Puspa adalah bapak dari kucing-kucingku.

Paling asik buat dimintai pendapat, soalnya kalo minta pendapat sama Tere gak pernah bener. Dia orangnya gak bener pokoknya, jangan pernah minta pendapat sama Tere kalo engga mau dongkol hati. Sekarang aku sekantor sama Puspa lho, gak nyangka bisa sekantor :3

Tulisan ini dipersembahkan untuk tiga orang sahabatku.. Jarang-jarang kan, aku menulis tulisan yang seperti ini. Ini semata-mata karena aku mengantuk, namun aku tidak bisa tidur. Mau menonton drama Kroya, Jawa Tengah namun aku masih enggan.

 

2 thoughts on “Siburian, Harahap, Arianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s