Super Horor (Part IV)

Previous Part… Super Horor (Part III)

Karena panik, mereka tidak bisa berpikir panjang dan masuk ke dalam kamar itu. Hantu gadis itu kembali berhenti di depan kamar itu lalu menghilang. “Karu, kemana perginya hantu itu?”

“Kyuhyun, kita berada di kamar utama.”

“Apa?”

“Dan hantu itu menghilang. Aneh sekali.”

“Apa kita akan selalu aman bila berada disini?”

“Kyuhyun, awas!!”

Seorang pria memegang pisau menghunuskan pisaunya ke kepala Kyuhyun. Kyuhyun berdarah dan mati seketika.

Tubuh laki-laki itu berputar ke arah Karu. Kaki Karu sudah sangat lemas dan dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya. “BUNUH AKU!!!” Tantangnya.

Lelaki itu pun menusukkan pisaunya tepat di jantung Karu. Rasanya sangat menyakitkan. Sebelum ajal menjemputnya, Karu memegang tangan Kyuhyun. “Maafkan aku, telah membawamu ke dalam kematian. Aku adalah salah satu penggemarmu, asal kau tahu.”

Mata Karu benar-benar terpejam dan sudah tidak terbuka lagi.

***
“Ada apa ini? Aku tidak mati?” Karu melihat Febby dan Cummie masih tertidur disampingnya. Febby menangis dan wajahnya sangat pucat.

Karu membangunkan Febby dan Cummie namun tidak ada reaksi sama sekali. Sangat berbeda dengan apa yang dikatakan kakeknya.

Tiba-tiba, pintu terbuka. Mata Karu terus memperhatikan pintu tersebut—siapa yang akan masuk dari luar sana.

Untunglah, karena yang masuk adalah Kyuhyun. “Karu, aku tidak bisa membangunkan hyung-hyungku.”

“Aku pun begitu. Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Ayo cepat kita tutup pintu kamar utama dan gudang.”

“Jangan!”

“Kenapa?”

“Mereka masih disana. Bagaimana kalau kita menutup pintu itu maka mereka akan terjebak disana selama-lamanya?”

“Tapi, apa yang harus kita lakukan sekarang? Mau bertanya dengan siapa? Kakekmu sudah meninggal Karu. Apa yang harus kita lakukan?”

“Bertanya dengan Ayahku.”

***
“Apa yang kau lakukan Karu?! Sudah Ayah bilang, tidak boleh kesana! Apa karena pria ini?”

Karu menjelaskan semuanya sehingga Ayahnya mengerti. “Maafkan aku Ayah. Baik disini maupun disana aku selalu disalahkan. Tolong Ayah, aku butuh masukan tidak butuh omelan terus.”

Ayah Karu memeluk Karu, “Maafkan Ayah, Karu. Ayah tidak bermaksud menyalahkanmu. Ayah begini karena takut terjadi apa-apa sama kamu. Tapi kamu memang salah, maka kamu harus bertanggung jawab.”

***
“Kamu dan Kyuhyun harus memberikan darah kalian dan meneteskannya di tempat kalian dibunuh.”

Karu dan Kyuhyun sudah memegang pisau dapur. Mereka saling mengiris jari mereka—menahan rasa sakit.

“Dengan begitu, kalian akan kembali ke dunia itu. Kalian adalah manusia yang selamat maka kalian tidak memerlukan cahaya lagi. Mereka tidak akan bisa melihat kalian. Yang harus kalian lakukan adalah mencari teman kalian dan menggiring mereka ke kamar atau gudang itu.”

Mereka sudah kembali berada di dunia lain. “Karu, kau berani kalau kita berpencar?” tanya Kyuhyun.

“Aku berani, mereka sudah tidak bisa melihat kita bukan?” Karu berbohong pada Kyuhyun. Sebenarnya, dia sungguh sangat takut lebih takut dari apapun.

Namun sejak tadi dia menahannya karena dia merasa sangat bersalah pada semuanya. Kyuhyun tahu apa yang Karu pikirkan sekarang ini. Kyuhyun tahu kalau dia berbohong.
Ketika Karu hendak menjauh dari Kyuhyun, tangannya digenggam Kyuhyun. “Kita akan terus bersama.”

“Tidak perlu. Aku tidak takut.”

Kyuhyun merengkuh tubuh Karu dan mendekapnya di dalam pelukannya. “Menangislah.”

Karu menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun dan menangis sejadi-jadinya. “Aku sangat takut. Dan aku sangat merasa bersalah.”

“Jangan takut, karena aku akan selalu bersamamu. Jangan merasa bersalah, karena niatmu ingin membantu kami.”

Karu menarik lendir yang keluar dari hidungnya. “Ayo kita harus cari mereka.”

***

FLASHBACK

Semua ruangan tiba-tiba redup dan hanya ada gudang yang menyala. Febby, Eunhyuk, dan Siwon terpaksa kesana. Hantu itu hilang—benar-benar hilang. Tapi tiba-tiba, tubuh mereka melayang dan terpisah menghampiri sebuah tali yang akan menggantung mereka.

“Siwon! Eunhyuk! Tolong aku!” Teriak Febby histeris.

Mereka berusaha menyelamatkan diri mereka yang tidak bisa mereka kendalikan. Tapi tubuh mereka tergantung hingga mereka benar-benar tercekik dan mati.

***
Semua ini seperti permainan. Para hantu mempermainkan mereka dengan menakut-nakuti mereka dan berusaha melukai mereka namun para hantu itu selalu menggiring mereka ke tempat dimana mereka bisa kembali ke dunia mereka.

“Kami hanya tidak ingin kalian ganggu.” Ujar hantu pria.

“Dia bisa bicara?” gumam Cummie.

Mereka masuk ke dalam kamar utama. Seperti Kyuhyun dan Karu, mereka—Cummie, Sungmin, Donghae, Wookie, Henry, Zhoumi ditusuk dengan pisau dan akhirnya mereka mati.

***

“Dimana Karu?” tanya Cummie. “Ah, kita sudah kembali. Febby!”

Febby terbangun. “Kita sudah kembali?”

“Kemana Karu?”

“Aku baru terbangun. Aku tidak tahu.”

Tiba-tiba, pintu kamar mereka terbuka dan masuklah semua member SuJu M kecuali Kyuhyun. “Dia tidak bersama kami.” Ujar Zhoumi.

“Apakah mereka masih berada disana?” tebak Cummie.

“Tapi, seharusnya jasad mereka ada disini. Tapi, mereka benar-benar menghilang.” Terang Donghae.

***
Kyuhyun dan Karu mencari keberadaan semua teman-temannya di seluruh ruangan namun mereka tidak menemukan mereka sama sekali.

Melihat pintu depan terbuka, mereka berjalan ke arah sana. “Mungkin mereka keluar.” Ujar Karu.

Para hantu memang tidak melihat mereka, namun mereka benar-benar dikelilingi hantu. Semua yang mereka lihat adalah arwah-arwah yang sangat menyeramkan. Ada yang tidak memiliki kepala, tangan, ataupun ada yang seperti terbakar.

Karu mengumpat di tubuh Kyuhyun. “Kyuhyun oppa, mereka—“

Tiba-tiba terdengar suara pintu rumah tertutup. Mereka berbalik ke belakang dan mencoba untuk membuka pintu rumah namun tidak bisa terbuka lagi.

***
“Mereka menjemput kalian. Tapi, kalau mereka keluar dari pintu rumah mereka benar-benar tidak akan bisa kembali. Oh anakku.” Isak Ayah Karu.

“Jadi, bagaimana nasib mereka?” tanya Febby.

“Mereka tidak hidup dan tidak mati.”

“Om, yang ta’bah ya om.” Kata Cummie.

“Paman, anak paman dijaga oleh Kyuhyun kami. Karu tidak sendiri, dia bersama Kyuhyun.” Kata Siwon berusaha untuk menenangkan Ayah Karu.

“Oh, kasihan sekali anakku—Karu. Mereka akan terus seperti itu sampai kiamat tiba.”
***
“Kyuhyun, bagaimana kita pulang?”

“I don’t know.”

Mereka duduk di ayunan—di taman bermain. Ada anak kecil dengan wajah yang sangat menyeramkan bermain di taman bermain itu. “Kyuhyun, kau tidak akan meninggalkanku bukan?”

“Tidak akan.” Kyuhyun menggenggam tangan Karu.

THE END

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s